Mengenal Jenis Bahan Kain Pada Pakaian

Write By: sandi Published In: Pengetahuan Created Date: 2016-07-26 Hits: 275 Comment: 0

Dalam mengenakan pakaian, kita semua menginginkan baju yang nyaman dipakai, adem, menyerap keringat, namun mendukung kita tampil cantik, keren, dan trendy. Untuk itu sebaiknya kita mengenal bahan pakaian, mengenal sifat bahan tersebut, keunggulan maupun kelemahannya.

 

 

Berikut penjelasan mengenal jenis bahan kain pada pakaian:

FLEECE
Fleece adalah bahan kain yang berbulu dengan tampilan yang menyerupai benang wool. Bahan ini bersifat hangat dan tidak panas, serta nyaman dipakai. Umumnya fleece terdapat pada bagian dalam bahan agar pakaian yang digunakan lebih terasa hangat saat dipakai. Fleece sering dipakai untuk pembuatan jaket, sweater, jumper, dan lain-lain.

 

SPANDEX
Salah satu jenis bahan yang paling sering digunakan untuk berbagai jenis pakaian, mulai dari dress, atasan, ataupun bawahan seperti rok adalah spandex. Spandex merupakan jenis serat sintetis yang dikenal dengan elastisitasnya yang sangat baik. Hal ini karena spandex dibuat dari polymer, yang mengandung polyurethane (sejenis material yang sangat lentur). Karena sifatnya yang lentur, pakaian berbahan spandex melekat mengikuti lekukan tubuh dan nyaman untuk digunakan. Spandex yang bagus memiliki pori-pori yang mampu menyerap keringat. Di pasaran, istilah spandex juga dikenal dengan nama lycra.

 

POLYESTER
Polyester sesuai namanya, merupakan bahan serat sintetis yang terbuat dari bahan ester (dalam hal ini hasil sampingan minyak buni dan dibuat bahan berupa serat fiberpoly. Polyester lebih mirip dengan cotton namun memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan tersebut. Jika dipakai ditempat panas akan terasa panas juga. Sebaliknya jika dipakai ditempat dingin akan terasa dingin juga, namun kainnya tidak sedingin cotton & biasanya lebih keras/kaku. Keunggulannya adalah harganya yang terjangkau/murah, namun kekurangannya adalah kain jenis ini lebih mudah kusut jika dicuci dan mudah luntur untuk bahan berwarna. Semakin banyak dicuci, biasanya semakin berbulu. Polyester juga tidak menyerap keringat

 

TC (TETERON COTTON)
Seiring dengan kemajuan teknologi, terpengaruh juga teknologi pengolahan bahan kain. Banyak bahan kain hasil dari penggabungan katun dan Polyester, salah satunya adalah TC. Jenis bahan ini merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. TC ini seperti PE, terasa panas ketika memakainya karena kurang bisa menyerap keringat. Namun kelebihannya bahan ini lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai.

 

HYGET
Jenis bahan ini terbuat dari plastic dan sangat tipis, oleh karena itu harganya sangat murah. Namun bahan ini, bisa dibilang kurang layak dan nyaman untuk dijadikan kaos. Biasanya pembuatan kaos dengan bahan ini dilakukan jika ingin membuat kaos dengan jumlah massal tetapi dana yang tersedia tidak terlalu banyak. Bahan ini banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai.

 

RAJUT
Rajut sebenarnya adalah proses pembuatan dari benang menjadi kain. Pakaian berbahan rajut umumnya menggunakan benang yang lebih besar sehingga hasilnya terlihat lebih kasar dibandingkan bahan lainnya. Rajut sangat berguna untuk menghalau dingin. Jika dipakai akan terasa hangat karena biasanya benang yang digunakan dari bahan sintetik & tebal.

Cara perawatannya tergolong tidak mudah, antara lain :

  • Pakaian berbahan rajut sebaiknya dicuci dengan tangan karena mesin cuci sangat tidak ramah pada bahan ini dan dapat merusak hasil rajutan. Jika terpaksa mencuci dengan menggunakan mesin, sebaiknya masukkan terlebih dahulu dalam kantong cuci & gunakan putaran yang lambat & lembut. Anda dapat mencuci bahan ini dengan air dingin dan kucek dengan lembut, jangan meremas/menyikatnya. Gunakan deterjen/cairan pencuci pakaian yang lembut agar tidak merusak bahan.
  • Bahan rajut sangat mudah melar
  • Hindari menjemur bahan rajut langsung menggunakan jepitan/gantungan baju karena dapat meninggalkan bekas jepitan dan merusak rajutan khususnya dibagian bahu. Sebaiknya jemur diatas handuk kering (handuk yang digunakan sebaiknya dapat menyerap air dengan baik) dengan permukaan yang datar agar bentuk rajutan tetap terjaga. Selanjutnya tekan bahan rajut diatas handuk kering tersebut lalu gulung handuk untuk mengeringkannya.
  • Sangat tidak disarankan untuk menyetrika bahan jenis rajut ini karena dapat merusak tekstur kain. Sebaiknya gunakan steam atau setrika uap yang lebih aman.
    Dipasaran ada yang menyebutnya knit.

 

AKRILIT
Kain dari bahan jenis akrilit biasanya digunakan untuk pembuatan kemeja. Umumnya dikombinasikan dengan rompi berbahan Light Weight Wools.

 

CARDET
Dibandingkan dengan kain combed , kain cotton cardet memiliki serat benang yang kurang halus. Kain cardet merupakan kain KW1 nya kain combed sehingga Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. karena harganya relatif lebih murah dibandingkan cotton combed, bahan cotton cardet sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga.

 

SIFON (CHIFFON)
Terbuat dari serat sintetis/kapas/sutra dan bersifat sangat tipis, ringan dan transparant (tembus pandang). Jenis bahan ini akan tampak lebih elegant jika dipadukan dengan bahan lainnya.

 

TWISTCONE
Bahan ini lebih mirip dengan bahan sifon, namun memiliki tebal & berat yang lebih dibandingkan sifon, oleh karena itu tidak tembus pandang seperti sifon. Selain itu, twistcone lebih jatuh di badan, tidak menyerap keringat, serta tidak meninggalkan bau badan (bau tidak sedap) seperti pada sifon.

 

COTTON
Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Kain Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya akan menjadi lebih halus , rata dan rapi. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2). Ada 3 varian combed, Ada combed 20s, 24s, 30s. hal yang membedakan adalah ketebalan kain combed. Kain 20s memiliki ketebalan yang paling tebal, sedangkan combed 30s memiliki ketebalan yang paling tipis. Kain Combed 20s merupakan kain yang paling banyak dipakai dan menjadi favorit kaos distro karena selain kenyamanan ketika digunakan, harganya juga tidak mahal.

 

SUTRA
Kain sutra merupakan jenis kain yang paling diminati oleh banyak kaum wanita. Terbuat dari kepompong larva ulat sutra yang diternakkan di peternakan ulat sutra Murbei. Teksturnya sangat lembut, mulus dan tidak licin. Kain sutra mudah robek namun dapat menyerap sedikit air/keringat.

 

RAYON
Kain rayon merupakan campuran antara bahan cotton dengan rayon viscosa (RVC) yang berbahan dasar kayu sehingga merupakan konduktor panas yang baik. Bahan rayon memiliki efek mengkilap & mudah menyerap keringat sehingga cocok digunakan untuk musin panas. Jenis kain ini umumnya digunakan untuk pembuatan kemeja. Jika Anda mencuci pakaian berbahan dasar rayon, sebaiknya cuci dengan air hangat & tidak perlu dikucek.

 

BABYTERRY / BABY TRAY
Bahan Babyterry / Baby Tray ini mirip dengan bahan kaos, namun jauh lebih tebal dan umumnya sedikit berbulu. Mirip juga dengan bahan fleece namun memiliki bulu yang lebih halus. Bagian dalamnya bertekstur lembut seperti selimut. Paling banyak digunakan untuk pembuatan sweater, jumper, maupun blazer wanita.

 

LIGHT WEIGHT WOOLS
Jenis kain wools biasanya identik dengan kain yang berat. Namun Light Weight Wools ini bahan yang ringan dan mudah dipadukan dengan bahan apapun. Kain ini awet, sangat menyerap air dan lebih jatuh di badan sehingga lebih enak dilihat.

 

HYCON / HYGET / HIJET
Bahan ini termasuk dalam kategori bahan spandex yang mirip dengan lycra, namun lebih berat dari bahan spandex biasa. Lapisan luar mengkilap dan memiliki tingkat elastisitas yang tinggi (stretch). Bahan ini tidak dapat menyerap keringat. Paling banyak digunakan untuk pembuatan baju bola (Jersey Bola).

 

LYCRA
Nama lycra sebenarnya hanya merupakan zat campuran untuk pakaian. Lycra mirip dengan bahan spandex dan paling banyak digunakan untuk pembuatan maxi dress / terusan wanita. Jika bahan lain dipadukan dengan lycra, umumnya akan membentuk lapisan depan yang lebih mengkilap. Keunggulan bahan ini adalah kerapihan yang dapat bertahan lama pada pakaian.

 

DRILL
Sesuai namanya, kain ini memiliki serat dengan garis-garis miring/nge-drill. Kain Drill umumnya merupakan campuran antara cotton dan poliester. Semakin banyak kadar cotton-nya, biasanya harganya pun semakin mahal.

Berdasarkan besar kecilnya serat, maka kain ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

  • Twill Drill (serat kecil)
  • American Drill (serat medium)
  • Japan Drill (serat besar). Komposisi bahan cotton lebih banyak dengan poliester yang lebih sedikit sehingga lebih nyaman dipakai.
  • Raphael (serat yang lebih besar daripada Japan Drill). Raphael biasanya hanya dipakai oleh produk dengan merk tersebut.

 

PARAGON
Paragon merupakan jenis kain yang termasuk sulit untuk menyerap keringat. Selain itu, bahan paragon memiliki tekstur kain yang halus seperti kapas dan sedikit terlihat mengkilap dan fleksibel saat digunakan. Jika kamu kesulitan membayangkan seperti apa sih jenis kain paragon ini, lihat saja bahan baju-baju basket yang banyak digunakan. Karena selain menjadi bahan dress atau bawahan, bahan paragon ini juga banyak dijadikan bahan dasar untuk membuat kaos olahraga, seperti baju basket IBL Indonesia.

 

VISCOSE
Viscose biasa juga disebut rayon. Sebuah bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya memiliki kesamaan dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecerahan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.

 

LINEN
Bahan linen adalah bahan kain yang berkerut dan mudah kusut. Terbuat dari bahan serat tanaman dan tergolong bahan yang mahal. Kain linen umumnya digunakan untuk casual wear maupun dress.

Keunggulan kain linen antara lain :

  • Bahan kain dingin saat dipakai
  • Dapat menyerap keringat.
  • Sangat halus untuk kulit dan membantu Anda terhindar dari masalah kulit saat musim panas.

Cara perawatan kain berbahan linen adalah :

  • Jika mencuci dengan mesin, sebaiknya gunakan mode lembut/delicate.
  • Bahan linen tidak boleh dicuci dengan kasar karena dapat melemahkan serat dan membuatnya robek.
  • Perendaman maupun pencucian sebaiknya tidak terlalu lama karena bahan linen mudah pudar. Jika terdapat noda membandel, cukup direndam satu malam lalu cuci dengan lembut.

 

CASHMERE
Bahan cashmere tergolong bahan yang mewah & kualitasnya pun tak perlu diragukan lagi. Oleh karena itu, harganya pun tergolong tinggi alias mahal. Cashmere cocok dipadukan dengan bahan apapun. Semakin sering dicuci, maka cashmere akan semakin halus. Namun, pencuciannya pun perlu diperhatikan. Tidak dengan sembarang deterjen/sabun pencuci lainnya, tapi dengan shampoo .

 

CVC (COTTON VISCOSE)
Jenis bahankaos ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

 

DENIM
Denim lebih dikenal dengan bahan jeans. Ya, karena memang bahan ini khusus untuk pembuatan jeans. Semakin gelap warnanya, biasanya akan semakin terlihat formal & rapi. Bahan denim biasanya dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain soft, hard, dan lain-lain.

Demikianlah informasi mengenal jenis bahan kain pada pakaian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan berguna bagi anda yang hendak membeli atau memilih bahan terbaik yang akan digunakan.

Leave A Comment

Captcha